jump to navigation

FLATFORM PERJUANGAN MAHASISWA PASCA SEWINDU KM IPB September 3, 2007

Posted by pahlawanmuda in Tinta Emas Pahlawan.
trackback

Oleh : Redy Hendra Gunawan *)

*) Ketua BEM FATETA IPB dan Menteri Kebijakan Kampus BEM KM IPB

PENDAHULUAN

Sejarah gerakan yang digagas oleh pemuda dan mahasiswa dari waktu ke waktu selalu membangkitkan romantisme siapa pun yang menyimaknya. Mulai dari peran penting pemuda dalam menggagas Sumpah Pemuda yang menandai lahirnya sebuah bangsa. Semangat juang para pemuda yang mendesak pemimpin bangsa untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Hingga perjuangan para mahasiswa menumbangkan suatu rezim mulai dari orde lama hingga orde baru. Bagi para pelaku sejarah masa lampau, hal ini adalah sebuah kenangan manis yang tidak bisa terlupakan. Akan tetapi bagi lain halnya bagi para pemuda dan mahasiswa masa kini, catatan sejarah tersebut tidak bisa hanya dijadikan sebuah kisah belaka namun juga sebuah tantangan untuk memacu motivasi bergerak para pelaku sejarah masa kini.

Perguruan tinggi sebagai sebuah lembaga pendidikan memiliki sebuah tugas untuk membentuk insan akademis, yang memiliki peran untuk selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan dan peran yang akan muncul dengan sendirinya apabila mengikuti watak ilmu itu sendiri. Sehingga dengan peran tersebut, maka perguruan tinggi diharapkan untuk dapat mencetak individu-individu yang dapat memberikan kontribusi riil bagi bangsa dan masyarakat sekitar. Tidak hanya berkutat di tataran keilmuan semata, tetapi berkontribusi pula pada masyarakat dan bangsa. Mahasiswa sebagai bagian dari elemen perguruan tinggi tentunya juga mencerminkan fungsi yang serupa.

Setiap zaman telah melahirkan pahlawannya sendiri, hal ini tentunya juga berlaku pada zaman ini. Perjuangan yang dilakukan mahasiswa pada setiap zamannya bisa jadi berbeda-beda sesuai dengan tuntutan kondisi saat itu. Mereka yang mampu masuk dalam catatan sejarah bukan semata seorang manusia super, namun seorang yang dapat mengalokasikan sumber dayanya pada saat yang tepat dan dalam bentuk yang tepat pula sehingga masyarakat dapat segera merespon tindakan tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah tindakan yang bernilai besar. Sebuah realitas yang harus disadari bahwa semenjak digulirkannya reformasi tahun 1998, gerakan mahasiswa belum mampu menemukan bentuknya kembali sebagai sebuah gerakan yang mampu memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dibentuklah sebuah platform gerakan yang dilandasi pada realitas masyarakat serta mahasiswa saat ini untuk membantu terwujudnya gerakan mahasiswa yang efektif dan efisien dalam menjawab tantangan masyarakat.

INDONESIA MASA DEPAN

Kondisi ideal masa depan bangsa yang dicita-citakan oleh Keluarga Mahasiswa adalah kondisi masyarakat ideal. Tatanan masyarakat masa depan yang ideal adalah tatanan masyarakat yang memiliki nilai partisipatif, aspiratif, mandiri, nonhegemonik, dan beretika. Artinya adalah :

Setiap anggota masyarakat bersama-sama aktif menentukan perjalanan budaya sistem masyarakatnya.

Setiap anggota masyarakat memiliki dan menjalankan kewajiban serta haknya secara proporsional dan mandiri sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya dalam struktur masyarakat

Setiap anggota masyarakat memiliki hubungan saling ketergantungan yang positif, tidak terdapat struktur subyek-obyek dalam tatanan masyarakat

Roda aktivitas masyarakat selalu dilandasi oleh nilai etik yang disepakati bersama.

Dengan nilai-nilai seperti di atas maka kehidupan ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya akan berjalan bagus. Masyarakat seperti ini adalah masyarakat yang cerdas, kokoh, dan sangat tanggap serta adaptif terhadap setiap perubahan sehingga mampu survive dalam segala kondisi. Untuk tetap menjamin keberadaan nilai-nilai di atas dalam kehidupan masyarakat maka perlu diberlakukan sistem demokrasi. Tatanan masyarakat seperti ini kita sebut sebagai tatanan masyarakat madani (civil society).

KONDISI SAAT INI

Sebagai sebuah gerakan, BEM memIliki posisi yang sangat unik. Keunikan itu disebabkan karena banyaknya peran yang bisa dimainkan yang tidak dibatasi pada spesifikasi isu tertentu. Hal ini tentu berbeda dengan gerakan sosial lain yang memiliki kekhususan dalam aktivitas dan kerja-kerja gerakannya, yang umumnya mengambil isu-isu tertentu seperti isu lingkungan, isu anti utang, pengarusutamaan gender, bantuan hukum, perlindungan konsumen dan sebagainya. Di tingkat Universitas, BEM juga memiliki keunikan yakni sebagai organisasi kemahasiswaan yang (juga) memiliki banyak peran disamping perannya sebagai gerakan sosial kemasyarakatan (peran sosial politik). Sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan tentunya BEM tidak selalu disibukan dengan urusan-urusan sosial-politik, sesekali BEM juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang sewajarnya dilakukan oleh mahasiswa : seminar ilmiah, job-expo (career day), apresiasiasi seni&budaya, dan sebagainya. Pendek kata sebagai sebuah gerakan juga sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan BEM bisa dibilang sangat lengkap baik dalam isu yang diangkat maupun dalam kegiatan yang diselenggarakan. Hal ini tentunya harus diapresiasi posistif sebab dengan demikian BEM secara kuantitas dapat berkontribusi lebih banyak baik itu untuk kepentingan bangsa maupun untuk almamater (civitas akademika universitas).

Meski demikian keunikan ini pada akhirnya akan membuat BEM kehilangan ciri khasnya, dan hal ini akan sangat terasa saat BEM menjalankan perannya sebagai gerakan moral (dan sosial) yang berbasis intelektualitas. Tanpa adanya platform gerakan (baca : ideologi gerakan) BEM hanya akan terlihat sebagai gerakan yang menyikapi realitas sosial secara reaktif tanpa tujuan dan arah yang jelas. BEM juga akan terjebak pada kerja-kerja yang bersifat charity an sich: menyikapi masalah, melakukan aksi massa, melakukan pendampingan masyarakat, melakukan kegiatan sosial tapi tidak melihat struktur masalah secara kritis sehingga masalah serupa muncul kembali dan kegiatan-kegiatan advokasi tersebut berulang terus setiap periode layaknya program rutin yang sudah sewajarnya dilaksanakan.

Oleh karena itulah upaya membuat (baca : menemukan kembali) platform gerakan menjadi sangat penting dilakukan. Hal ini tidak lain agar BEM dapat kembali mengafirmasikan dirinya sebagai gerakan yang layak diperhitungkan juga agar BEM dapat memberikan sesuatu yang jauh lebih bermakna dan berarti bagi bangsa ini. Tentu saja, tanpa menafikan peran-peran lain dari BEM selain sebagai sebuah “gerakan mahasiswa”, seperti “pengembangan potensi mahasiswa”.

“Platform Gerakan” di sini merujuk kepada sebuah landasan dasar yang akan digunakan untuk menjadi basis pijak bagi gerakan mahasiswa Indonesia, khususnya BEM (dan kita berharap dapat mengawali kebangkitan “gerakan mahasiswa” secara nasional, mengingat keterpurukan “gerakan mahasiswa” secara umum).

TRANSFORMASI MENUJU BEM YANG KRITIS, PROGRESIF DAN MERAKYAT

Pasca reformasi, dimana infrastruktur demokrasi sudah mulai mapan, hak-hak rakyat secara politik sudah mulai terbangun, maka orientasi gerakan mahasiswa pun sejatinya harus bergeser mengikuti kondisi faktual. Gerakan mahasiswa tidak lagi berorientasi pada advokasi hak-hak sipil-politik akan tetapi lebih menitikberatkan pada advokasi terhadap hak-hak yang secara langsung dirasakan oleh rakyat seperti hak-hak dalam bidang ekonomi, social dan budaya.

Dialektika politik dan perdebatan public dikalangan elit politik paska reformasi berimbas pada penelantaran hak-hak masyarakat dibidang sosial, ekonomi dan budaya. Sudah saatnya gerakan mahasiswa keluar dari arus perdebatan tersebut dan menatap fenomena nyata di masyarakat, bahwa masih banyak masyarakat kita masih tertindas secara social ekonomi. Secara politik, mungkin masyarakat kita sudah dapat dikatakan merdeka, masyarakat memiliki keleluasaan lebih untuk mengekspresikan aspirasinya dan kondisi ini sangat jauh berbeda dibanding dengan masa ORDE BARU. Akan tetapi, ironisnya secara ekonomi masyarakat kita semakin terpuruk. Recovery akibat krisis ekonomi tidak menyentuh masyarakat kecil terbukti dengan masih tingginya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, masih rendahnya tingkat pendapatan yang diperparah dengan senjangan pendapatan (income gap) dan bahkan akhir-akhir ini kita mendengar adanya kelaparan dibeberapa daerah di tanah air.

Fenomena menyedihkan ini tidak akan terjadi jika hak-hak social ekonomi masyarakat mendapat perhatian lebih dari pengambil kebijakan di negeri ini. Ketika pemerintah menelurkan kebijakan terutama kebijakan ekonomi dengan mengabaikan hak-hak rakyat kecil itu sama saja pemerintah melakukan disempowerment terhadap rakyat. Salah satu contoh nyata bahwa pemerintah telah melakukan disempowerment tersebut antara lain adalah bahwa selama ini mainstream kebijakan ekonomi selalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi (growth) sehingga kebijakan kebijakan ekonomi sebagai derivasinya akan mengacu pada target pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Diharapkan dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu akan berdampak pada kesejahteraan setiap lapisan masyarakat. Atau dengan kata lain pemerintah saat ini masih sangat percaya akan mekanisme efek menetes ke bawah (trickledown effect) yaitu dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditandai dengan peningkatan output nasional maka akan membawa dampak meningkatnya output pada setiap lapisan ekonomi masyarakat, dari lapisan atas sampai lapisan bawah dan diharapkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan akan meningkat.

Melihat kondisi di atas maka gerakan mahasiswa harus melakukan beberapa langkah sebagai arah gerak perjuangan dalam membela hak-hak yang terlupakan oleh pemerintah dan bahkan sering diabaikan. Pertama, gerakan mahasiswa harus melakukan transformasi isu, selama ini gerakan mahasiswa berkonsentrasi kepada masalah civil politial rigth movement. Transformasi harus dilakukan dari civil political rigth movement menjadi ECOSOC and community rights movement. Pembelaan hak sipil dan politik yang bersifat politik tingkat tinggi harus berubah menjadi pembelaan hak-hak ekonomi,sosial, dan masyarakat. Kedua, transformasi yang kedua yang harus dilakukan oleh gerakan mahasiswa khususnya BEM KM IPB adalah transformasi karakter gerakan.Selama ini gerakan mahasiswa memiliki karakter gerakan yang ciri khasnya adalah moralitas dan intelektualitas. Gerakan mahasiswa harus mentransformasi gerakannya menjadi gerakan sosial berbasis moralitas dan intelektualitas. Artinya gerakan mahasiswa harus menjadi penjelmaan dari nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Transformasi karakter yang kedua, yang harus dirubah oleh gerakan mahasiswa adalah karakter reaktif terhadap isu dan permasalahan. Karakter ini harus di rubah menjadi Paradigmatik dan Terprogram (berakar dari pandangan bahwa struktur masyarakat yang ada tidak adil dan harus dirubah secara aktif). Permasalahan yang ada harus menjadi sebuah kekuatan untuk bergerak dengan program yang jelas dan efektif. Ketiga, transformasi ketiga yang harus dilakukan oleh gerakan mahasiswa adalah transformasi pola dan bentuk gerakan. Pola gerakan yang selama ini dibangun oleh gerakan mahasiswa adalah pola gerakan extra parliamentary strategy an sich harus dirubah menjadi pola gerakan dengan semua bentuk advokasi dan strategi ad bisa dilakukan. Selain itu, pola gerakan yang eksklusif dan elitis maka ke depan gerakan mahasiswa harus lebih inklusif dan memperluas jaringan. Sehingga kerja-kerja advokasi dapat terlaksana dengan baik,terprogram, paradigmatik, efektif dan wajar. Transformasi-transformasi yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa akan membawa gerakan mahasiswa khususnya BEM KM IPB lebih kritis, progresif dan merakyat.

Hanya orang-orang besar lah ayang akan tercatat oleh tinta emas sejarah ini….

Menjadi besar atau kerdil adalah sebuah pilihan yang sudah pasti diambiloleh kita…….

Semoag kata-kata tidak hanya terlontar tapi terbukti dengan kerja-kerja nyata kita di jalanan, di meja-meja diskusi, dan tentunya di depan Tuhan kita…..

HIDUP MAHASISWA!!!!!!!!!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!!!!!!!

 

 

 

 

 

 

Komentar»

1. Mr WordPress - September 3, 2007

Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: