jump to navigation

INTEGRASI NILAI-NILAI KEPEDULIAN SOSIAL DALAM AKTIFITAS BISNIS September 3, 2007

Posted by pahlawanmuda in Tinta Emas Pahlawan.
trackback

Oleh : Redy Hendra Gunawan (Ketua BEM FATETA IPB 2005-2006)

Aktifitas bisnis adalah aktifitas yang mementingkan laba. Akan tetapi, apabila aktifitas bisnis hanya untuk mencari laba maka aktifitas itu tidak memiliki nilai manfaat di mata masyarakat. Aktifitas bisnis harus diintegrasikan dengan nilai-nilai kepedulian sosial sehingga nilai manfaat dari sebuah aktifitas bisnis dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat melalui aksi-aksi kepedulian sosial yang dilakukan oleh lembaga bisnis. Masyarakat akan mendapatkan kehidupan yang layak dan kesenjangan sosial sedikit demi sedikit akan hilang dari tengah-tengah masyarakat. Selain itu, aksi kepedulian sosial harus bersih dari niat-niat yang akan merusak substansi dari nilai-nilai kepedulian sosial seperti promosi produk, dan juga aksi-aksi kepedulian sosial tidak harus menunggu mendapatkan laba, akan tetapi lembaga bisnis harus memiliki keinginan untuk terus berbagi.

Sosial dan Bisnis

Interaksi manusia sebagai insan kehidupan, membuat manusia membutuhkan satu sama lainnya. Apapun aktifitasnya, manusia dipengaruhi oleh aktifitas manusia lainnya. Oleh karena itu manusia sering disebut makhluk sosial. Salah satu aktifitas manusia yang membutuhkan bantuan dan dipengaruhi orang lain adalah aktifitas bisnis atau aktifitas ekonomi. Aktifitas bisnis merupakan aktifitas yang sangat vital bagi manusia, karena dengan aktifitas inilah manusia bisa mempertahankan hidupnya. Di dalam aktifitas bisnis, banyak hal yang membutuhkan interaksi, bantuan, dan kerjasama antara sesama manusia. Sehingga aktifitas ini dapat menumbuhkan atau menghancurkan hubungan antar manusia. Agar aktifitas bisnis tidak menghancurkan hubungan antar sesama manusia maka aktifitas ini harus berlandaskan nilai-nilai kekeluargaan, keadilan, dan kepedulian.

Aktifitas bisnis harus dapat menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan antar sesama relasi bisnis. Faktor inilah yang akan memperkuat jaringan bisnis, bahkan kekeluargaan dapat meminimalisir kecurangan dalam bisnis. Sehingga yang muncul adalah rasa keadilan dan rasa saling percaya.

Dan yang paling penting lagi, selain nilai-nilai kekeluargaan dan keadilan, aktifitas bisnis juga harus mengedepankan nilai-nilai kepedulian terhadap sesama. Aspek inilah yang dijadikan sebagai konsepsi bagi pemberantasan kemiskinan di Indonesia, yang sekarang tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat setelah harga BBM pada bulan september 2005 naik hingga lebih dari 100%. Semakin sulitnya kehidupan di Indonesia, membuat rakyat kecil banting tulang untuk bertahan hidup dan mendapatkan kehidupan yang layak. Akan tetapi apakah hanya rakyat kecil saja yang harus bekerjas keras agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak. Ini adalah tugas seluruh rakyat Indonesia. Orang-orang yang bergerak dalam aktifitas bisnis harus memperhatikan nilai-nilai kepedulian sosial dalam aktifitas bisnis. Karena sebagian laba yang diperoleh adalah hasil penjualan produk kepada masyarakat.

Kran aksi-aksi kepedulian dari perusahaan-perusahaan atau lembaga-lembaga bisnis harus dibuka, sehingga seluruh rakyat Indonesia memiliki hak yang sama untuk hidup secara layak, kesenjangan sosial pun semakin menipis bahkan hilang karena seluruh rakyat Indonesia sudah hidup secara layak. Konsepsi welfare state yang diluncurkan oleh negara-negara barat cukup efektif untuk menyamakan hak untuk hidup secara layak, walaupun yang mengatur adalah pemerintah. Akan tetapi point bahwa seluruh rakyat berhak untuk hidup layak harus menjadi perhatian pemerintah Indonesia untuk mendorong perusahaan-perusahaan untuk lebih meningkatkan integrasi nilai-nilai kepedulian sosial dalam aktifitas bisnis.

Untuk mencapai itu semua perlu sebuah konsep kepedulian sosial yang integral sehingga setiap aktifitas bisnis diarahkan untuk membantu orang lain mendapatkan kehidupan yang layak tanpa mengabaikan tujuan dari bisnis itu sendiri yaitu mencapai laba yang setinggi-tingginya. Konsep ini dibuat oleh setiap lembaga bisnis dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Konsep itu pun harus memperhatikan nilai-nilai kepedulian sosial yang akan menjadi landasan dalam menentukan kebijakan perusahaan dalam menjalankan fungsi-fungsi sosialnya. Lalu, nilai-nilai kepedulian seperti apa yang akan menjadi landasan bagi sebuah lembaga bisnis dalam menjalankan fungsi sosialnya.

Nilai-nilai kepedulian dapat ditunjukkan oleh aktifnya sebuah lembaga bisnis dalam melaksanakan program-program yang berkaitan dengan kepedulian sosial. Misalnya melakukan sunatan massal, bakti sosial, beasiswa pendidikan bagi yang tidak mampu, aksi-aksi lingkungan, membantu bencana alam, dan masih banyak lagi aksi-aksi kepedulian sosial yang bisa dilaksanakan oleh sebuah lembaga bisnis. Akan tetapi, sering terjadi di dalam lembaga bisnis, bahwa aksi-aksi yang bersifat kepedulian sosial, baru akan dilaksanakan ketika perusahaan atau lembaga tersebut sudah mendapatkan laba.

Padahal tidak ada salahnya ketika kita memberikan sebagian harta kita untuk aksi-aksi kepedulian sosial walaupun kita secara neraca belum untung. Justru itu akan memperkuat bisnis kita, bahkan itu bisa menjadi jalan bagi lembaga bisnis tersebut meraih laba yang tinggi. Karena sudah menjadi sunnatullah bahwa ketika seseorang sering memberi maka ia pun akan mendapatkan yang sama jumlahnya dengan jumlah yang diberikan kepada orang lain. Begitupun dengan sebuah lembaga bisnis, ketika sebuah perusahaan atau lembaga semakin gencar dengan aktifitas-aktifitas sosialnya maka tidak sedikit juga perusahaan atau lembaga tersebut mendapatkan laba yang tidak diduga-duga.

Sebuah contoh perusahaan yang menggunakan orinsip di atas adalah Dompet Dhuafa Republika (DDR), lembaga bisnis ini begitu gencar melakukan aksi-aksi kepedulian sosial walau kondisi perusahaan sedang collaps, akhirnya DDR bisa bertahan sampai sekarang bahkan omzetnya bisa membuat anak perusahaan. Kondisi ini berlangsung sangat cepat, bahkan dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun. Itulah sebuah contoh lembaga bisnis yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai kepedulian sosial dalam aktifitas bisnisnya.

Saat ini banyak perusahaan yang memberikan bantuan sosial kepada rakyat. Akan tetapi saat ini, aksi-aksi kepedulian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau lemabaga bisnis baik lokal maupun internasional dijadikan sebagai ajang promosi produk, promosi perusahaan dan lain-lain. Hal ini sudah menyimpang dari tujuan utama, bahwa aksi-aksi kepedulian sosial ditujukan untuk membantu orang lain agar mendapatkan kehidupan yang layak di Indonesia. Kondisi seperti ini yang terkadang membuat sebuah lembaga bisnis enggan memberikan bantuan sosialnya untuk masyarakat yang membutuhkan. Untuk menghindari hal tersebut maka setiap perusahaan harus memiliki minimal satu divisi atau anak perusahaan yang bersifat nirlaba, yang khusus menangani aksi-aksi sosial. Sehingga setiap keuntungan yang diperoleh dapat dibagi kepada orang yang membutuhkan tanpa tercampuri niat-niat yang bisa merusak substansi dari nilai-nilai kepedulian sosial itu sendiri. Contoh perusahaan yang sudah menerapkan hal terbut adalah It-Share Community. It-Share memiliki motto Charity is our Invesment. Perusahaan yang bersifat holding company ini memiliki beberapa bidang bisnis (Agricentre, Learning centre, Computer centre, General trading, dan fashion centre) dan juga memiliki satu bidang sosial yaitu crisis centre. Dan masih banyak lagi perusahaan yang sudah memfokuskan diri untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian sosial dalam aktifitas bisnisnya.

Akhirnya, semua cita-cita, keinginan dan harapan dari lembaga bisnis untuk melakukan aksi-aksi kepedulian sosial tidak akan terwujud tanpa diawali dengan sebuah perbuatan. Perbuatan yang merupakan investasi di masa yang akan datang, dengan menintegrasikan seluruh nilai-nilai kepedulian sosial dalam seluruh aktifitas bisnis, baik di kantor maupun yang sifatnya hubungan masyarakat. Sehingga setiap orang yang hidup di Indonesia mendapatkan kehidupan yang layak.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: